Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Tuesday, December 1, 2015

Ingin Sukses di Usia 20-an? Miliki Pola Pikir 6 Orang Sukses Berikut!

Pendapatan yang besar, berpengaruh, status sosial yang tinggi, dan terkenal nampaknya itu yang sering kita pikirkan untuk menggambarkan orang yang sukses.
Sering kali kita telah melihat atau mendengar bagaimana orang orang tertentu berhasil mengumpulkan pendapatan yang besar, tetapi apa yang sebenarnya ada di pikiran mereka?.
Apakah mereka memang terlahir untuk sukses, apakah mereka itu pintar?, apakah mereka terlahir dari golongan orang kaya?.
Kenyataanya mereka memiliki ide untuk meningkatkan sesuatu yang mereka cintai, dan mungkin terkesan bagi orang lain yang berbagi dengan minat yang sama.
Mereka mempunyai pola pikir tertentu, lalu apakah pola pikir orang sukses tersebut?.
Pola pikir orang sukses ini mungkin bisa menginspirasi anda, Yuk simak uraian berikut ini:

1. Memiliki visi dan berusaha untuk mewujudkannya  - Mark Zuckerberg

pola pikir orang sukses


Siapa yang tidak mengenal Facebook?, dalam film The Social Network diceritakan, Mark adalah seorang yang jenius, dia memiliki visi untuk menciptakan tempat online dimana orang dapat dengan mudah bersosialisasi dan tetap berhubungan. Menciptakan tempat seperti itu bukanlah perkara mudah, tapi ini tahu kesuksesan akan membawa banyak penghargaan. Dia tahu bahwa visi itu layak untuk diwujudkan.
Jika kamu adalah seorang yang kreatif, dan terampil pada bidang tertentu, pikirkan tentang apa yang dapat kamu lakukan dengan talenta mu itu. Pikirkan tentang bagaimana untuk tertantang dan memanfaatkan talenta untuk meraih prestasi. Pikirkan bagaimana kamu dapat melakukan sesuatu yang berguna bagi banyak orang, tidak cukup dengan memiliki visi, kamu juga harus tau cara membagikan visi tersebut.

Jangan biarkan gairah memerintah kamu untuk menyerah, asahlah dan pelihara keterampilan yang kamu miliki. Jangan malu belajar dari orang lain dan belajarlah sesuatu yang baru. Kamu dapat berbagi dengan dunia. Ini adalah bagaimana kamu bisa sukses dan dikagumi.

2. Menjadikan kesulitan untuk mendorong motivasi - Elizabeth Holmes

pola pikir orang sukses

Saat-saat penderitaan dan kesedihan membuat kenangan yang membekas di hati kita.Bagaimana situasi sulit ini dapat menemukan siapa diri kita sebenarnya. Bagi Elizabeth Holmes, kematian pamanya yang mendorong ambisinya untuk membantu umat manusia. Eli telah menemukan sebuah perangkat yang mempu memantau kesehatan seseorang dan mendeteksi penyakit sebelum sepenuhnya berkembang, Eli dengan perusahaanya Theranos menjadikannya salah satu milyader termuda di dunia dan produk - nya bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Terkadang hidup penuh dengan kesulitan, dan jika kita tidak bisa bertahan, kita kehilangan. Kita akan menjadi sangat tidak aman, apatis, dan depresi. Namun jika kita dapat mengubah keadaan tersebut , kita akan keluar bekas luka tapi kuat. Jika kamu dalam keadaan yang sulit , fokuslah pada apa yang dapat kamu lakukan untuk membuat hal hal yang lebih baik.

3. Fokus kepada apa yang audien inginkan - PewDiePie

pola pikir orang sukses

Setiap kali seseorang yang mengatakan bahwa kamu membuang buang waktu dengan bermain game, coba beritahu mereka PewDiePie, Industri game yang luas, tidak semua orang mampu bermain pada setiap permainan. Sekarang kamu dapat memutuskan apakah kamu layak membeli sebuah game atau tidak melalui situs online streaming "Lets Play" , salah satu yang menjadi tren dan populer adalah PewDiePie.
Banyak orang yang beranggapan dia belum dewasa, kenakan kanakan dan menjengkelkan. Namun PewDiePie memiliki banyak subcribers, karane dia tidak pernah gagal untuk memberikan apa yang ingin audien inginkan, wawasan tentang game, dan game pada umumnya.
Pola pikir ini penting dimiliki oleh para entertainer dan provider, kamu perlu mendengarkan umpan balik dari pelangganmu untuk menyempurnakan kinerja atau jasa. Jika tidak , orang lain akan memanfaatkan kelemahanmu dan mencuri pelanggan kamu, hanya karena kamu tidak dipandu oleh prinsip prinsip melayani pelanggan yang baik.
Dengan kata lain, jika kamu tidak sesuatu yang unik dan kompleks, maka dirimu akan tidak tergantikan, kamu perlu membangun hubungan yang kuat dan loyal kepada pelangganmu. Itulah mengapa PewDiePie masih sangat populer, dia sangat loyak kepada fanbasenya


4. Menjaga tetap kreatif - Jonathan Koon

pola pikir orang sukses

Jonathan Koon atau yang lebih dikenal Jon Koon menjadi milyader di usia 16 tahun. Ayah Jon adalah seorang penggila mobil, ia sering melihat majalah mobil dari jepang, iapun melihat mobil- mobil super keren dari jepang dan berpikir mengapa di Amerika tidak ada seorang pun yang melakukannya, inisiatifnya mendorong untuk mengumpulkan uang dan mulai membeli suku cadang dari luar negeri, bermitra dengan mekanik lokal dan memulai memodifikasi mobil dengan finishing, sisem audio dan mesin mewah.
Usahanya membuahkan hasil, ia kemudian menjadi supplier utama dari acara Pimp My Ride, setelah itu ia menjadi seorang desainer pakaian, dan industrinya masih bekerja saat ini meliputi Young Jezzy 8732 dan bermitra dengan perancang Italia Domenico Vacca.
Joon cukup beruntung karena menemukan bakatnya di usia yang muda.
Jika kamu ahli pada bidang tertentu, asahlah setidaknya satu hari per minggu untuk memupuk kreatifitas tersebut.
Pola pikir semacam ini penting jika kamu ingin menjadi orang yang sukses. Mungkin kita tidak selalu punya waktu untuk mengasah kemampuan kita, tapi mungkin kita menemukan waktu luang di akhir pekan.
Asahlah kemampuanmu dengan tekun, untuk menciptakan kreatifitas di butuhkan kerja keras dan semangat, serta mencari inspirasi segar yang berguna. Biarkan dirimu terisi dengan energi positif dan biarkan kreatifitas mengalir dengan sendirinya

5. Tak pernah kehilangan harapan,  bekerja keras dan tetap sabar - Bruce Lee

pola pikir orang sukses

Sukses tidak melulu soal kekayaan, banyak uang atau kemewahan. Menjadi terbaik di bidangnya juga merupakan kesuksesan, Bruce Lee adalah seseorang yang sangat sukses dalam bidang seni bela diri, Bruce adalah juara sesungguhnya, ketika dia menunjukkan teknik bertempurnya semua orang mengakuinya. ini merupakan kesuksesan. Dia mampu menunjukkan potensi hebat dalam tubuh manusia.
Salah satu kutipan yang paling mengesankan adalah  “Do not pray for an easy life, pray for the strength to endure a difficult one".

Kita harus bekerja keras, tekad yang kuat akan membuatmu mampu melalui masa-masa sulit dalam hidupmu. Perjuangan akan mengajarkan kita untuk pandai mengatasi masalah dan menemukan jalan keluar dari situasi sulit. Jika kamu mengalami krisis keungan, selalu ada cara untuk mengelola keuanganmu.
Akan ada banyak cara yang kamu temui melalui kerja keras.
Kemampuan mengatasi masa-masa sulit secara tepat adalah hal yang penting bagi orang sukses. Hal ini dapat membantu mengambil keputusan, membangun rencana dan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.
Pola pikir seperti itu akan menghasilkan keyakinan yang besar dan tercipta rasa aman. Tanpa itu, kamu akan terus kewalahan dengan rasa takut kehilangan akan aset atau posisi kamu.

6. Melampui batasan - Steve Jobs.

pola pikir orang sukses

Steve Jobs yang merupakan pendiri Apple Inc. adalah salah satu orang sukses di dunia, Steve mendirikan Apple di usia yang muda saat itu, Steve Jobs sangat berambisi mengejar impiannya.
Banyak teknologi yang telah ia ciptakan, dan ciptaanya itu telah menginspirasi banyak orang untuk memajukan perkembangan teknologi.
Steve Jobs drop-out dari kuliahnya tapi ia menimbang semuanya secara matang. Ketika kamu mencoba untuk melawan arus, pastikan kamu memiliki rencana yang mendukung. Menimbang pro dan kontra sebelum membuat keputusan, buat keputusan bijak dan jangan ceroboh, jangan lupa timbangkan apa resiko yang akan terjadi, sehingga kamu menemukan keseimbangan dari keputusanmu itu.

Itu tadi pola pikir yang dimiliki orang sukses di usia 20an, tentu dibutuhkan kerja keras, usaha, dan kesabaran untuk menggapai semua itu, Nothing instant here! . Semoga menginspirasi anda
sdlfkhsldf sdhn fsldf sdjflksdjf ljsdlf ksn flskdjf sldfjls dflj sldjf sldjf sldfj sldfjs df
Baca selengkapnya

Sunday, October 23, 2011

Cara Berpikir Kaya VS Miskin

Cara Berpikir Orang Kaya VS Miskin


Seringkali kita mendengar gerutuan orang-2 yang mengatakan bahwa dunia ini tidak adil, karena yang kaya semakin kaya, dan yang miskin tetap miskin. Orang yang miskin acapkali berkata, seandainya mereka diberi kesempatan, mereka juga bisa kaya.

Atau kalau mereka punya modal yang banyak atau pandai, mereka bisa mempunyai perusahaan juga. Benarkah modal bisa membuat orang kaya ? Banyak orang yang menang undian berhadiah, tapi dalam sekejab pula hartanya tersebut habis karena tidak dikelola dengan baik.

Kaya dan miskin dalam konteks disini bukan dalam arti fisik, namun dari cara anda memandang uang. Apabila anda mempunyai rumah bak istana dengan lima mobil, namun anda selalu merasa kekurangan uang, berarti anda adalah orang miskin. Sebaliknya, seorang tukang becak yang sudah cukup puas dengan makan tiga kali sehari, bisa dianggap orang kaya.

Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa yang membedakan seseorang kaya dan miskin bukan uang, kepandaian atau modal, tetapi CARA BERPIKIR. Nah, cara berpikir seperti apa yang membuat orang kaya ?

Yang pertama adalah masalah tabungan (saving). Orang miskin berpikir menabung di tempat yang aman, orang kaya berpikir investasi di tempat yang nyaman. Tempat menabung yang aman menurut orang miskin adalah tempat yang paling sering didengar keberadaannya, paling banyak cabangnya, paling besar gedungnya, bunganya stabil, dan bisa memberikan jaminan keamanan apabila terjadi sesuatu.

Sedang tempat menabung yang nyaman menurut orang kaya adalah tempat yang tidak banyak diketahui orang, beresiko tinggi, pendapatannya naik turun setiap saat, dan perlu keahlian khusus untuk mengelolanya. Prinsip orang miskin disini adalah “Safe Risk, Stable Return”, sedang orang kaya adalah “High Risk, High Return”.

Yang kedua adalah masalah penghematan vs pendapatan. Orang miskin sangat mematuhi aturan “Jangan sampai besar pasak daripada tiang”. Artinya, seandainya pendapatan kita Rp 1 juta, sedangkan pengeluaran kita 1,5 juta, maka sebisa mungkin pengeluaran ditekan hingga Rp 800 ribu, masih sisa Rp 200 ribu untuk ditabung.

Disisi lain, orang kaya jika mempunyai pendapatan 1 juta dan pengeluarannya 1,5 juta, maka mereka akan bekerja lebih keras sehingga pendapatannya mencapai 2 juta. Sehingga pengeluaran 1,5 juta tertutup dan masih tersisa Rp 500 ribu untuk ditabung. Bisa kita lihat disini, bahwa orang kaya pun mematuhi aturan penghematan tersebut, tapi dari sisi yang berbeda.

Orang miskin melihatnya dari seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang kaya melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.

Yang ketiga adalah masalah bagaimana anda dan uang bekerja bersama. Orang miskin bekerja keras demi uang, orang kaya menempatkan uang mereka pada instrumen tertentu agar bekerja keras bagi mereka. Disini semakin keras orang miskin bekerja, mereka akan mempunyai banyak uang, tetapi mereka hampir tidak mempunyai lagi waktu luang.

Sebaliknya, semakin keras uang bekerja bagi orang kaya, mereka semakin punya banyak uang serta waktu luang. Itulah sebabnya tidak usah heran melihat orang kaya dengan ribuan karyawan masih sempat main golf, sedangkan orang miskin mengatakan tidak punya waktu mengantar anak tunggalnya jalan-2 ke mall karena sibuk bekerja.

Yang keempat adalah pengelolaan uang tambahan. Seringkali jika kita menerima uang tambahan diluar gaji bulanan seperti THR, bonus, atau hasil kerja sampingan, pikiran orang miskin akan langsung digunakan untuk membeli sesuatu, karena dianggap duit tambahan tersebut sebagai rejeki dadakan.

Orang kaya akan menempatkan uang tambahan tersebut pada investasi tertentu, dan bunganya baru dipakai untuk membeli sesuatu. Tiga hal yang berperan disini adalah waktu, modal awal dan bunga.

Orang miskin dari segi waktu lebih cepat memperoleh barangnya, namun modal awalnya habis dan tidak memperoleh bunga. Sebaliknya, orang kaya lebih bisa menahan diri untuk membeli barang dalam waktu yang lebih lama, namun modal awalnya masih ada, karena pembelian dilakukan dengan bunga.

Bagaimana cara berpikir anda, sudahkah anda berpikir seperti orang kaya ?

sumber
Baca selengkapnya

Hidup itu sederhana



Hidup itu sederhana; ambil keputusan, lakukan dan jangan menyesalinya




Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

”Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.”




Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

”Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.”




Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.”

”Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.”




Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

”Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.”




Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.”

”Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.”




Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

”Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.”




Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

”Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki 

sumber
Baca selengkapnya

Inilah di Balik Urutan Tinggi Jari Tangan


Apa makna di balik urutan tinggi jari tangan?
Tidak mudah juga untuk menjawab ini. Mungkin jawaban umumnya adalah hal itu diciptakan agar manusia senantiasa mudah menggenggam atau mencengkeram sesuatu didalam aktivitasnya.
Namun jika saya boleh membaca atas petunjuk Alquran, maka saya simpulkan bahwa rahasia dibalik tinggi jari yang berbeda-beda itu adalah merupakan TANDA perjalanan kehidupan manusia itu sendiri.

Mari kita segera telusuri.
1. Jari kelingking. (Zaman Adam)
Mengapa saya simpulkan bahwa jari kelingking adalah zaman Adam?
Kita harus pahami bahwa bahasa Alquran dibaca dengan cara dimulai dari kanan ke kiri. Dan nama Allah yang tercetak di jari kita pun, huruf Alif nya adalah jari kelingking.
Dari itulah saya simbolkan bahwa Jari Kelingking adalah zaman Adam. Karena memang Adam lah Manusia Pertama.
2. Jari Manis. (Zaman Idris)
Mengapa setelah Kelingking, terdapat Jari Manis yang ukurannya lebih tinggi dari Jari Kelingking itu?
Itu mengartikan bahwa kehidupan yang di jalani oleh masyarakat manusia di zaman Idris sungguh memiliki peradaban yang lebih tinggi di banding ketika zaman Adam. Alias semakin berkembang.
Tidak heran juga mengapa sosok Budha yang tergambar duduk di tengah BUNGA TERATAI adalah melambangkan bahwa TERNYATA masyarakat manusia pada zaman itu sudah mampu melakukan perjalanan sampai ke Planet terujung, yakni planet Sidratul Muntaha. (TERATAI tempat berhenti). Dan Budha adalah orang yang memang di duga sosok Nabi Idris. Dan beliau sendiri menjadi simbol Miraj bagi kaumnya pada zaman itu.
Surat 50/36 :
“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah binasa itu) telah pernah menjelajah di berbagai negeri…“
Lebih lanjut, berbagai penemuan puluhan benda kuno namun canggih yang oleh ilmuwan disebut sebagai bukti kehebatan dari cerdasnya masyarakat zaman dahulu itu secara tidak langsung menggenapi analisa ini.
3. Jari Tengah (Zaman Nuh).
Mengapa Jari Tengah ukurannya lebih tinggi dari 2 jari sebelumnya, Jari Manis dan Jari Kelingking?
Itu menandakan bahwa kehidupan masyarakat manusia di zaman Nuh adalah zaman Puncak peradaban. Di mana segala sendi kehidupan manusia pada zaman itu telah sampai pada titik tertingginya. Namun sungguh teramat sayang ketika kemajuan peradaban tidak membawa pada arah ketakwaan, akhirnya Allah menghukum mereka -masyarakat Zaman Nuh- dengan mengirimkan bencana Banjir Dahsyat. Dari situlah akhirnya orang-orang kafir dibinasakan sementara manusia yang selamat (Nuh beserta umatnya) berkembang biak kembali dan peradaban pun di mulai dari titik 0 lagi.
Dan Jari Tengah (Zaman Nuh) pun akhirnya menjadi BATAS TOLAK UKUR antara 2 episode perjalanan kehidupan manusia. Umat sebelum Zaman Nuh dan Umat sesudah Zaman Nuh.
4. Jari Telunjuk (Zaman Ibrahim).
Mengapa Jari Telunjuk ukurannya malah menjadi lebih rendah (turun) dibanding Jari tengah?
“Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongan Nuh”
Kelebihan Zaman Ibrahim adalah Allah menjadikan sosok nabi Ibrahim ini sebagai “Bapaknya” para nabi. Dari sini beliau dijadikan figur ajaran Tauhid bagi orang-orang yang mencari kebenaran. Sebab beliau merupakan orang Paling Pemberani yang pernah ada dalam menyebarkan ajaran paham satu Tuhan.
Dari sebab itulah kenapa Telunjuk saya simbolkan dengan zaman Ibrahim, karena Jari Telunjuk memang merupakan simbol untuk penyebutan angka 1.
Surat 6/161 :
“Katakanlah : “sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus…..”
Kembali ke pertanyaan mengapa ukuran Jari Telunjuk malah lebih rendah dari Jari tengah, itu sangat jelas mensinyalkan bahwa apa yang ada pada zaman nabi Ibrahim (mulai dari ukuran tubuh manusia, ukuran kepintaran manusia, ukuran kemakmuran manusia) semuanya menjadi menyusut di perkecil oleh Allah dibanding dengan kala manusia pada waktu sebelum zaman nabi Nuh. Dan yang paling sangat tampak adalah ukuran tubuh manusia yang dari masa ke masa terus mengalami penurunan. Hingga akhirnya perjalanan waktu tersebut berlaku dari zaman ke zaman menuju sampai pada zaman Muhammad (Jari Jempol). Zaman sisa-sisa.
5. Jari Jempol (Zaman Muhammad).
Surat 16/123 :
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) : “Ikutilah agama Ibrahim…”
Surat 36/2-4 :
“Demi Alquran yang penuh hikmah”
“Sesungguhnya engkau (Muhammad) salah seorang rasul-rasul”
“Di atas jalan yang lurus”.
Jari Jempol (Zaman Muhammad) adalah jari yang paling pendek dari ke empat jari sebelumnya.
Mengisyaratkan bahwa apa yang ada pada zaman ini merupakan zaman sisa-sisa kehidupan. Segala keberhasilan kita dalam bidang teknologi yang kita banggakan, tetap tidak akan pernah sanggup untuk melampaui apa yang pernah di capai oleh umat sebelumnya.
Dari itulah Alquran sering kali menegaskan jika umat sebelum kita yang segala sesuatunya lebih tinggi (lebih hebat) saja mampu dibinasakan, apalagi zaman kita !!! Zaman pengulangan !!!
Surat 56/62 :
“Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran?”
Namun disamping itu semua janganlah berkecil hati, sebab di balik rendahnya “derajat” zaman ini (zaman penghabisan) Allah tetap Maha Penyayang terhadap mahluk bernama manusia. Lihatlah betapa akhirnya Dia menurunkan Alquran melalui Muhammad sebagai kitab Ummul Ilmu (Ibu Ilmu). Sejalan dengan istilah pada Jari Jempol itu (Ibu Jari).
“Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Alquran) kepada hambaNya, agar dia menjadi peringatan bagi seluruh alam.”
(QS. Al Furqaan : 1)

credit
Baca selengkapnya